Review LG 22MK600M Monitor IPS Full HD Murah Untuk Game dan Editing

Setelah cukup lama saya berpuas diri bekerja dengan mengandalkan layar laptop saja, akhirnya saya mencoba dua layar. Penyebabnya tidak lain karena sekarang pekerjaan saya lebih banyak berurusan dengan tabel dengan sheet dan juga tab yang banyak banget.

WFH ini memang memaksa kita untuk menemukan cara baru untuk bekerja lebih efektif – termasuk dengan lebih optimal bekerja dengan dua layar.

Dan memang benar begitu adanya – tidak butuh waktu lama bagi saya untuk merasa sangat nyaman bekerja dengan dua layar. Ini benar-benar menyenangkan dan membuat produktifitas menjadi lebih baik.

Awalnya Techie hanya menggunakan layar HP Android sebagai second monitor dengan bantuan aplikasi SpaceDesk yang gratisan itu. Cukup efektif dan menyenangkan sebenarnya. Hanya saja, layar Asus Zenfone Zoom S yang hanya 5,5 inci itu membuat mata saya harus bekerja ekstra keras – sehingga cepat sekali membuat mata saya lelah.

Karena sudah merasa nyaman sekali bekerja dengan dua layar tadi, maka kebutuhan untuk membeli layar kedua ini semakin menguat.

Kriteria saya untuk memilih monitor kedua ini sebenarnya biasa saja, tidak muluk-muluk, toh saya tidak punya niatan untuk bermain game secara intens. Hanya casual gamer saja.

Ini kriteria monitor yang saya inginkan:

  • harga dibawah 2 juta
  • resolusi Full HD
  • panel IPS
  • color gamut 100% sRGB
  • tampilan kekinian

Sudah itu saja. Saya tidak memasukkan refresh rate 90Hz atau 144Hz dan response time secepat kilat ke dalam kriteria, bakal percuma saja. Monitor dengan refresh rate tinggi berarti juga akan lumayan tinggi juga harganya. Yang murah-murah saja-lah.

Untuk saat ini, akurasi warna masih lebih penting buat saya, daripada fitur-fitur yang mendukung keperluan gaming. Entah jika nanti bisa pakai PC Desktop yang layak untuk main game, hehe….

Di pasaran ada banyak sekali pilihan monitor yang memenuhi kebutuhan saya itu. Tapi setelah baca sana-sini dan banyak sekali nonton reviewnya di Youtube, pilihan saya jatuh ke LG 22MK600M.

Dan setelah memakainya selama kurang lebih 1 bulanan, saya tidak menyesal. Ini reviewnya.

Review LG 22MK600M Monitor Panel IPS Full HD Sebagai Second Monitor

Review LG 22MK600M Monitor IPS Full HD Murah Untuk Game dan Editing 600

Pada saat pertama kali rilis di 2018 lalu, monitor LG 22MK600M ini termasuk salah satu monitor yang mengawali trend desain minim bezel di jajaran monitor panel IPS harga dibawah 2 jutaan.

Jelas ini bukan monitor dengan bezel tipis yang pertama. Trend bezel tipis lebih dulu hadir di monitor kelas atas dengan harga yang lebih mahal.

Pada saat pertama kali dirilis di Indonesia, harganya sekitar 1,9 jutaan. Sekarang sih harganya sudah turun lumayan jauh. Anda sudah bisa menemukan harga LG 22MK600M di kisaran 1,4 jutaan saja.

Kalau agak jeli, malah sangat mungkin Anda bisa menemukan toko online yang menawarkan harga dibawah itu dan masih plus gratis ongkir.

Jika Anda penasaran harga terbarunya, silahkan lihat di:

Sebelum kita bahas lebih lanjut, coba kita lihat dulu spesifikasinya yang saya ambil dari laman resminya LG.

Spesifikasi LG 22MK600M

Panel Layar

  • Ukuran Diagonal: 22″
  • Jenis Panel: IPS
  • Color Gamut (CIE1931): NTSC 72%
  • Kedalaman Warna: 16,7 juta warna
  • Waktu Respons (GTG): 5 mili detik
  • Rasio Aspek: 16:9
  • Resolusi: 1920 x 1080 piksel
  • Kecerahan: 250cd/m2(Biasa) 200cd/m2 (Min.)
  • Rasio Kontras: 1000:1 (Umum)
  • Sudut Lihat: 178 derajat
  • Perlakuan Permukaan: Anti Glare

Kebutuhan Daya

  • Input/Output – Input: 100-240Vac, 50/60Hz
  • Input/Output – Output: 19V/1.3A
  • Konsumsi – Normal On (biasa): 16.4W
  • Konsumsi – DC Off (Maks): di bawah 0,3W
  • Konsumsi – Mode Tidur (Maks): di bawah 0,3W

Port I/O

  • HDMI: Ya x 2
  • D-Sub: Ya
  • Headphone Out: Ya

FITUR KHUSUS

  • Mode Gambar: Kustom, Membaca, Koreksi Warna, Foto, Bioskop, Game
  • DDC/CI: Ya
  • HDCP: Ya (1.4)
  • Plug & Play: Ya
  • Refresh Rate: 60Hz / 75Hz
  • Sinkron Adaptif: Radeon Free Sync™
  • Pengurang Gerakan Blur 1 mili detik: Ya
  • Mode DAS: Ya
  • Penstabil Hitam: Ya
  • Bidikan: Ya
  • Bebas flicker: Ya
  • Siaga otomatis: Ya
  • Hemat Listrik Cerdas: Ya
  • Kalibrasi Warna: Ya
  • Kontrol Pada Layar (OSC): Ya (2.0)
  • Resolusi SUPER+: Ya
  • Tingkat Hitam: Ya
  • DFC: Ya
  • Kunci OSD: Ya
  • Penyesuaian Otomatis (Hanya D-sub): Ya

DIMENSI / BERAT

  • Dimensi (P x L x T)mm – Rangkaian (dengan Penyangga): 488.7x182x386.7
  • Dimensi (P x L x T)mm – Rangkaian (tanpa Penyangga): 488.7×66.8×293
  • Dimensi ( P x L x T)(mm) – Boks: 561x363x139
  • Dimensi ( P x L x T)(mm) – ukuran Dudukan Dinding (mm): 75 x 75
  • Berat (kg) – Rangkaian (dengan Penyangga): 2.7
  • Berat (kg) – Rangkaian (tanpa Penyangga): 2.3
  • Berat (kg) – Boks: 3.7

PENYANGGA

  • Dasar Dapat Dilepas: Ya
  • Miring (Sudut): -2~15 derajat

Kelengkapan Penjualan

  • Ukuran dudukan dinding (mm): 75 x 75 mm
  • Kabel Listrik: Ya
  • Kabel HDMI: Ya
  • CD Instalasi Perangkat Lunak: Ya
  • Panduan Persiapan Mudah: Ya
  • Manual: Ya

Desain

Jika dibandingkan dengan desain monitor di kelas harga 1,4 jutaan di saat sekarang ini, maka sebenarnya desain LG 22MK600M ini masih bisa bersaing. Tampilan depannya cukup keren dengan bezel tipis di sisi kanan, kiri, dan atas. Tebal bezelnya hanya sekitar 5 mm saja.

Sementara bezel bagian bawah, alias bagian dagu-nya sedikit lebih tebal – kurang lebih 1,7 cm. Dibagian tengah dagunya ini, ada logo LG yang tidak terlalu mencolok.

Kalau dilihat dari samping, sebenarnya monitor panel IPS murah ini tidak tipis-tipis amat. Bisa jadi masalah buat kaum pemuja ketipisan, tapi buat saya ini bukan masalah. Malah bisa membantu untuk mendapatkan feel kokoh – daripada tipis banget sampai mau megang saja takut.

Kalau dilihat dari belakang, terlihat bahwa casing monitor LG 22MK600M ini menggunakan desain macam limas begitu. Di bagian tengah, kita bisa menemukan sebuah port D-SUB untuk sambungan port VGA, dua buah port HDMI, port audio 3,5mm, dan port untuk catu daya.

baca dulu: Unboxing LG 22MK600M Monitor IPS 22 inci Murah 1 jutaan

Penyangga kokoh

Untuk penempatan di atas meja, monitor LG 22MK600M ini disertai dengan penyangga berbahan metal yang cukup kokoh.

Bahan metalnya disembunyikan dengan cover berbahan plastik dengan warna yang sama dengan casing monitornya sendiri.

Dengan bentuk U atau setengah lingkaran, penyangga ini cukup meyakinkan untuk menjaga monitor tetap berada ditempatnya. Di sisi bawah penyangga terdapat 3 buah lapisan berbahan karet keras untuk meningkatkan daya friksi ke meja di bawahnya, sehingga mengurangi resiko monitor bergeser.

Cukup dengan 3 buah baut yang disertakan, Anda bisa memasang unit monitor pada penyangganya ini dengan mudah.

Dengan berat total monitor + penyangga 2,7 kg, cukup sulit untuk menggulingkannya, kecuali kalau memang sengaja. Tapi memang sepintas terlihat mudah bergoyang ketika tersenggol.

Untuk sudut kemiringan layar, kita bisa mengaturnya sampai 15 derajat ke belakang dan 2 derajat ke depan. Tidak terlalu lebar sih, tapi sudah cukup untuk memudahkan kita mendapatkan sudut pandang yang nyaman.

Jika suatu ketika ingin memasang monitor ini di tembok untuk mendapatkan ruang lebih luas di meja kerja Anda, maka Anda hanya perlu membeli tambahan VESA mount dengan ukuran standar 75 x 75 yang harganya cukup murah di kisaran 100 ribuan saja.

Anda bisa membeli VESA mount di shopee, lazada, atau bukalapak. Cari saja yang ada fitur gratis ongkir, hehe…

Tombol Navigasi Ringkas Bergaya Joystick

Untuk tombol navigasi LG 22MK600M ini menggunakan mekanisme joystick yang diletakkan di bagian tengah bawah tepat di belakang logo LG di dagunya itu. Dari sisi depan, tombol navigasi ini tidak terlihat. Anda harus meraba sekitar 4 cm dibawah logo LG itu.

Meskipun cukup nyaman digunakan, tetapi menurut saya ini bukan penempatan yang bagus. Saya lebih suka jika tombol navigasinya ditempatkan di sisi kanan bawah layar. Terasa lebih natural dan ergonomis saja.

Karena berada di tengah begitu, awal-awalnya terasa agak kaku. Karena ketika melakukan navigasi, mau tidak mau kita harus menoleh ke sisi kanan atas monitor yang menjadi tempat tampilan OSD-nya berada.

Secara umum penggunaan tombol navigasi berwujud joystick ini menyenangkan – sesuai-lah dengan namanya.

Karena hanya ada satu tombol saja untuk mengakomodir semua kebutuhan navigasi penguna, maka pengguna tidak perlu mencari—cari tombol yang tepat seperti pada monitor yang membawa beberapa tombol navigasi.

Seumpama ditempatkan di sini kanan bawah, saya rasa akan lebih menyenangkan lagi.

Tombol navigasi ini juga juga berfungsi sebagai tombol on / off. Anda hanya cukup menekan ke atas satu kali untuk menyalakan monitor ini.

Dalam keadaan LG 22MK600M ini menyala, Anda bisa menekan tombol navigasi ini ke atas untuk mengakses berbagai menu yang tersedia.

Ada 5 plihan menu yang pertama kali muncul setelah Anda menekan tombol ini, yaitu

  • ke belakang untuk mematikan monitor
  • ke kanan untuk mengakses Setting
  • ke depan untuk mengganti Picture Mode
  • ke kiri untuk mengganti input
  • ke atas untuk mematikan menu OSD

Dalam kondisi monitor menyala, tombol navigasi ini juga memiliki fungsi tambahan yang bisa diakses tanpa perlu menekan ke atas tombolnya.

Anda hanya perlu menekan ke arah samping kiri atau kanan untuk mengurangi atau menambah volume keluaran suara dari jack audio 3,5 mm di belakang panelnya itu. Juga ada pilihan untuk mute dan unmute keluaran audionya dengan menekan ke arah depan layar.

Kita juga bisa melihat input yang sedang aktif serta mode gambar yang sedang aktif dengan langsung menekan tombol ke arah belakang atau depan layar.

Ringkas banget. Dijamin Anda tidak perlu mencari-cari tombol seperti jika Anda menggunakan monitor yang memiliki banyak tombol. Hanya pertama kalinya saja yang harus meraba-raba. Setelah terbiasa sih, sama sekali tidak merepotkan.

Menu Setting LG 22MK600M

Untuk menu setting layarnya, LG 22MK600M memberikan opsi yang cukup lengkap. Dan sepintas tidak terlalu berbeda dengan monitor yang lain.

  • Quick Setting: Brightness, Contrast, Volume
  • Input: Input List: D_SUB, HDMI1, HDMI2; Aspect Ratio
  • Picture:
    • Picture Mode (Custom, Reader, Photo, Cinema, Color Weakness, Game)
    • Picture Adjust: (Brightness, Contrast, Sharpness, SuperResolution, Black Level, DFC)
    • Game Adjust (Response Time, FreeSync, Black Stabilizer, Cross Hair)
    • Color Adjust
    • Configuration Adjust
    • Picture Reset
  • General
    • Language (sayangnya tidak ada pilihan Bahasa Indonesia.)
  • Smart Energy Saving (Hoch, Niedrig, Aus)
  • Automatic Saving
  • OSD Lock
  • Information
  • Reset

Bisa Atur Lebih Banyak Setting dengan LG on Display

Selain menggunakan tombol fisik, LG juga menyertakan aplikasi khusus untuk memudahkan pengguna melakukan pengaturan dan mendapatkan fitur tambahan.

Anda bisa mengunduh software ini di sini.

Dengan menggunakan aplikasi LG OnScreen Control ini, kita bisa memanfaatkan ftur Screen Split. Kita bisa dengan cepat mengatur pembagian luasan layar untuk menampilkan beberapa window dengan proporsi yang bisa kita sesuaikan sendiri.

Pilihannya mulai dari Full Screen, 2-Screen Split, 3-Screen Split, 4-Screen Split, 6 atau 8 Screen Split, sampai pilihan PIP.

Layar berdiagonal 22 inci-nya jadi bisa kita manfaatkan sampai optimal dengan pengaturan yang praktis.

Kebutuhan Daya

Monitor LED dengan panel IPS seperti LG 22MK600M ini jelas jauh lebih irit kebutuhan dayanya dibandingkan dengan layar berjenis CRT jaman dulu. Kalau dibandingkan dengan layar sejenis, dengan fitur dan diagonal yang sama, maka kebutuhan daya LG 22MK600M ini termasuk irit.

Adaptor alias catu daya bawaannya memiliki daya 19V 1,3 A, atau sekitar 24,7 W.

Dari sheet spesifikasinya, LG 22MK600 ini membutuhkan daya sebesar 16,4W jika bekerja pada mode normal.

Dalam mode Sleep dan Off tapi adaptor tidak dicabut dari colokan listrik, kebutuhan dayanya cukup rendah, sebesar 0,3W saja.

Jika terhubung dengan laptop dan sumber listrik, si LG 22MK600M ini tetap akan otomatis menyala berbarengan dengan laptop Anda, meskipun sebelumnya Anda telah mematikannya – melalui tombol navigasi.

Sepertinya memang selama dia terhubung dengan sumber listrik, monitor IPS 22 ini murah ini tidak membedakan mode Sleep dan Off. Jadi sama saja gitu.

Fitur LG 22MK600M untuk Main Game

Bagi Anda yang ingin menggunakan monitor LG 22MK600 untuk bermain game, ada beberapa fitur tambahan yang bisa digunakan untuk mendapatkan pengalaman gaming yang lebih menyenangkan.

Secara khusus, LG 22MK600 ini memiliki fitur Game Adjust. Di dalamnya ada 4 pengaturan yang bisa disesuaikan untuk keperluan gaming.

Yang pertama ada pengaturan Response Time. Pilihannya ada tiga; super fast, fast, dan normal.

Fitur FreeSync juga bisa bermanfaat banget, terutama jika Anda menggunakan GPU dari AMD. Yang perlu diingat adalah bahwa fitur FreeSync ini akan terasa efeknya jika kita menggunakan sambungan D-SUB atau VGA. Kalau kita sudah pakai HDMI sih tidak kerasa, karena memang HDMI mendukung trasnfer data yang lebih cepat daripada D-SUB.

Sementara fitur Black Stabilizer bisa membantu Anda melihat lebih jelas ketika scene gaming Anda memperlihatkan area yang gelap atau remang. Objek yang bersembunyi di area gelap jadi bisa tetap terlihat.

Dan terakhir ada fitur Cross Hair yang secara otomatis akan menempatkan Cross Hair di tengah layar, sehingga bisa membantu untuk lebih mudah melakukan bidikan ketika memainkan game seperti Counter Strike.

Buat saya yang bukan gamer begini sih, fitur-fitur macam ini tidak banyak gunanya, hehe….

Game Adjust (Response Time, FreeSync, Black Stabilizer, Cross Hair)

Kelebihan Monitor LG 22MK600M

  • tampilan stylish dengan bezel kiri-atas-kanan tipis
  • build quality lumayan bagus
  • panel IPS dengan sudut pandang luas
  • calibrated color
  • 72% NTSC 100%sRGB contrast ratio 1000:1 color depth 16.7 juta warna
  • tombol navigasi tipe joystick yang ringkas
  • stand kokoh dengan lapisan plastik mate
  • fitur OnScreen Control sangat membantu
  • build quality cukup bagus
  • kelengkapan port cukup lengkap (D-SUB, 2 port HDMI, port audio, dan port daya)
  • ada lapisan anti glare dan anti flicker
  • enak buat main game (katanya – saya bukan gamer)
  • enak buat editing foto dan video – karena calibrated color itu tadi

Kekurangan Monitor LG22MK600M

Setelah kurang lebih selama dua bulan pemakaian, ada beberapa kekurangan monitor LG 22MK600M ini.

Warna biru pixelated di frekuensi 75Hz

Warna biru akan terlihat banget pixel-pixel penyunnya di layar. Sangat berbeda dibandingkan dengan jika pixel tidak sedang berwarna biru.

Warna biru yang pixelated ini bisa terjadi di seluruh area layar. Yang biasanya bisa dengan mudah kita lihat ya di Title Bar aplikasi yang kita munculnya secara full screen.

Untungnya ini tidak terjadi ketika frekuensi layar diturunkan ke 60 Hz, layar jadi terlihat normal dengan warna biru yang halus. Kamera HP yang saya gunakan juga tidak sanggup melihat perbedaannya kog. Ini hanya terlihat ketika kita benar-benar mengamati.

Awalnya saya mengira ini masalah hanya terjadi di unit 22MK600M yang saya pakai saja. Tapi teryata ada banyak pengguna LG 22MK600M yang mengeluhkannya. Berarti unit saya ini normal.

Terlalu terang untuk mata saya, meskipun brightness sudah diatur paling rendah.

Untuk penggunaan sehari-hari, semisal browsing atau mengedit dokumen di Microsoft Word atau Google Docs, kecerahan layar di pengaturan normalnya pun bisa membuat saya pening. Mungkin karena jarak pandang yang kurang jauh – atau mata saya yang tidak biasa.

Tetapi saya merasa baik-baik saja ketika menggunakannya untuk menonton film – streaming dan juga memutar file video offline – atau melakukan editing foto dan video. Ya memang aktivitas seperti itu tidak membuat permukaan layar jadi dominan dengan warna putih yang terang, jadi kecerahannya bisa ditolerir mata saya.

Untuk mensiasati kecerahannya, saya menggunakan pengaturan Picture Mode Custom, dengan Brightness pada level 0, Contrast di level 25, Sharpness level 50, Gamma di Mode 4, dan Picture Black Level Low.

Sepertinya pengaturan custom seperti ini bisa membuat warna menjadi tidak akurat 100%. Tapi tak apalah, toh jika dibutuhkan, kita bisa mengganti Picture Mode dengan mudah. Yang penting, dengan setting custom seperti ini, mata saya sudah bisa merasa lebih nyaman – utamanya untuk mengedit dokumen atau browsing dalam waktu agak lama.

Kalau mau agak ribet, kita sebenarnya juga punya opsi untuk mengatur Picture Mode yang berbeda-beda untuk beberapa aplikasi umum, seperti Excel, Outlook, Photoshop, PowerPoint, atau Microsoft Word.

Custom Picture Mode Untuk Setiap Apliakasi di LG 22MK600M

Custom Picture Mode Untuk Setiap Apliakasi di LG 22MK600M

Ada celah di sisi kanan – kiri panel

Awalnya saya kira ini hanya ada pada unit yang saya beli. Tapi ternyata tidak. Gap di sisi kanan bawah layar tidak sama dengan gap di sisi atas dan kiri layar. Tapi ini tidak terlalu kentara dan sama sekali tidak memengaruhi fungsi kog.

Hanya saja, bisa jadi masalah buat Anda yang perfeksionis – dimana keseimbangan adalah sangat penting.

Tilting terbatas

Ini relatif sih. Tapi buat saya yang menggunakan monitor IPS murah ini sebagai layar kedua untuk laptop, posisinya yang lebih tinggi sekitar 6 cm dari layar laptop terasa agak kurang nyaman. Selain itu, layarnya hanya bisa di tilt sejauh 2 derajat ke depan, dan 15 derajat ke belakang terasa sedikit kurang untuk setup di meja kerja saya.

Tapi kembali lagi, ini relatif. Jika Anda menggunakannya sebagai monitor utama untuk PC, saya kira ini bukan masalah besar.

Tidak ada cable management

Jika Anda orang yang rapi banget, maka tidak adanya fitur cable management ini bisa jadi agak mengesalkan. Kalau kita tidak merapikan sendiri, kabel-kabel dibelakang LG 22MK600 ini bisa tampak berantakan.

Port hadap ke belakang

Sebenarnya ini normal-normal saja. Tapi secara pribadi, saya lebih suka jika port-nya menghadap ke bawah atau ke samping.

Karena semua port menghadap ke belakang, maka kita harus menyediakan jarak yang lumayan longgar ketika memasangnya di tembok.

Rekomendasi link pembelian LG 22MK600

Anda bisa membelinya di beberapa marketplace berikut:

Kesimpulan: Apakah LG 22MK600 Masih Layak di 2021?

Bagi saya yang pekerjaan utamanya lebih banyak mengurusi teks, monitor LG 22MK600 ini masih sangat-sangat layak. Dalam beberapa kesempatan saya merasa diagonal 22 inci itu sudah terlalu besar. Tetapi itu artinya kita jadi bisa bekerja dengan lebih banyak jendela aplikasi dan tetap bisa membaca teks di dalamnya dengan nyaman.

Bagi Anda yang bekerja di bidang grafis dan video, monitor ini juga cukup memuaskan untuk bekerja, berkat kemampuannya menampilkan warna dengan cakupan yang luas – 72% NTSC 100%sRGB.

Pun bagi Anda yang ingin memakai 22MK600 untuk bermain game, juga lumayan bisa memanfaatkan beberapa fitur khusus yang disematkan untuk gamer, seperti Radeon FreeSync, Black Stabilizer, dan Cross Hair. Response time-nya memang masih 5ms, tapi itu sudah cukup untuk game-game ringan sampai sedang.

Meskipun pada rentang harga 1 jutaan sudah lumayan banyak pesaing yang membawa fitur serupa, tapi menurut Techie – monitor panel IPS yang satu ini masih sangat layak digunakan.



1 Shares
By | March 22, 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *