Pakai Prosesor AMD? Tunda Upgrade Windows 11 Daripada Jadi Lemot

Setelah dirilis beberapa waktu yang lalu, pilihan untuk melakukan upgrade Windows 11 dari Windows 10 terlihat sangat menggoda. Hype-nya memang sudah rada menurun dibandingkan dengan beberapa minggu sebelum tanggal rilisnya datang.

Tampilan yang segar dan beberapa fitur bagus yang ditawarkan Windows 11 memang sangat layak dicoba. Utamanya bagi pengguna yang mudah terbakar rasa penasarannya.

Jika komputer Anda – entah PC atau laptop – memenuhi persyaratan spesifikasi minimal Windows 11, maka alasan untuk menunda upgrade ke Windows 11 dari Windows 10 tidak banyak – atau malah tidak ada.

Tapi tunggu dulu…., apakah komputer Anda menggunakan prosesor AMD Ryzen?

Jika ya, maka sebaiknya tunda dulu – setidaknya sampai ada perbaikan.

Surface Laptop Studio 10 with Windows 11Surface Laptop Studio 10 with Windows 11

Windows 11 membuat kinerja prosesor AMD Ryzen menurun

Di sebuah laman suport resminya, AMD menjelaskan perihal penurunan kinerja perangkat dengan AMD Ryzen yang disebabkan oleh Windows 11.

Di sana disebutkan, bahwa ada dua hal yang memicu penurunan kinerja ini.

Pertama, Windows 11 membuat latency cache level 3 (L3) procesor bisa membutuhkan waktu sampai 3 kali lipat lebih lama dibanding ketika masih memakai Windows 10.

Efeknya lumayan terasa, PC atau laptop yang menggunakan prosesor AMD Ryzen bisa lebih lambat antara 3 sampai 5 persen ketika menjalankan aplikasi.

Penurunan kinerja sekitar 5% ini memang tidak akan terlalu mengganggu ketika yang dijalankan adalah aplikasi harian – yang jamaknya lebih sering menunggu pengguna mendapatkan ide daripada memaksa pengguna menunggu sampai proses selesai dikerjakan.

Beda ceritanya kalau yang dijalankan adalah game – yang menurut catatan AMD tadi, penurunan kinerjanya bisa antara 10-15 persen – utamanya pada game e-sports.

baca juga: Cari Laptop Pakai AMD Ryzen? Masih Asus Yang Memberi Anda Pilihan Paling Banyak

Tentu ini menjadi masalah serius bagi AMD, dimana saat ini Ryzen terhitung sangat populer menjadi prosesor untuk gaming dan content creation.

Kedua, UEFI CPPC2 (“preferred core”) bisa jadi tidak menggunakan inti tercepat yang tersedia untuk menjalankan instruksi – otomatis prosesor tidak bisa memberikan kinerja terbaiknya – meskipun sebenarnya dia mampu.

Dampaknya cukup buruk pada aplikasi yang sensitif terhadap kinerja dan bisa jadi beberapa thread CPU akan terpengaruh juga.

Masalah kedua ini tidak berimbas pada seluruh jajaran prosesor AMD Ryzen, tetapi secara khusus ditemui pada prosesor Ryzen kelas atas yang memiliki jumlah core lebih dari 8 dan TDP di atas 65 watt.

Untuk sementara ini, prosesor AMD yang terkena salah satu atau kedua masalah tadi mencakup Ryzen seri 2000, 3000, 4000, dan 5000. Sayangnya, jajaran EPYC untuk data center dan seri Athlon terbaru juga tidak luput.

Anda bisa cek daftar prosesor AMD yang mendukung Windows 11 di laman resmi Microsoft di sini.

Setidaknya sampai akhir bulan ini (Oktober 2021), mending tunda dulu untuk upgrade Windows 11 di perangkat Anda. Kalau sudah terlanjur, ya tidak apa-apa, lebih sabar saja dan segera lakukan pembaharuan begitu Microsoft merilis perbaikan bug ini.

Techie: Saya Yudi, mengelola beberapa blog yang banyak mengulas tentang smartphone, laptop, OS, dan tentu saja tips seputar pemanfaatan teknologi untuk kehidupan yang lebih mudah, nyaman, dan produktif.
Recent Posts