Cara Merawat Printer Supaya Awet Tidak Cepat Rusak

Posted on

Supaya printer awet tidak cepat rusak, anda perlu menggunakan dan merawatnya dengan baik. Jika printer mengalami masalah seperti menampilkan pesan error, selang tinta masuk angin, atau roller kertas yang aus, maka otomatis akan memengaruhi kinerja dan produktivitas anda.

Untuk keperluan pribadi, mungkin anda bisa menunggu. Tapi untuk urusan yang sifatnya sangat penting, printer rusak bisa jadi malapetaka besar.

Dari yang pernah dialami Techie, printer ink jet menempati urutan pertama sebagai printer yang paling sering bermasalah. Penyebabnya bisa macam-macam, mulai dari kelupaan mengisi tinta, sampai karena printer sudah lama tidak digunakan.

Meskipun printer ink jet ini paling banyak yang bermasalah, kita tidak bisa artikan bahwa printer ink jet itu jelek.

Printer ink jet banyak yang bermasalah karena memang populasinya atau jumlah unit yang terjual memang paling banyak dibandingkan jenis printer lain. Cukup wajar, karena memang harga printer ink jet relatif lebih murah dibandingkan printer lain.

Alasan paling konyol kenapa kebanyakan orang pilih printer ink jet adalah karena bisa dimodifikasi dan dipaksa menggunakan tinta non ori untuk menekan biaya cetak.

Padahal, dua hal ini – modifikasi printer dan penggunaan tinta pihak ketiga – adalah penyebab utama mengapa printer ink jet rentan banget bermasalah.

Jika kebetulan anda menggunakan printer dengan modifikasi penambahan infus atau yang lain, dan atau masih menggunakan tinta pihak ketiga, pasti tahu bagaimana rentannya printer seperti ini.

Ok, selain dua hal tadi, kerusakan printer ink jet juga disebabkan oleh kesalahan pakai oleh pengguna sendiri. Dalam penggunaannya, printer ink jet membutuhkan perlakuan dan perawatan tertentu supaya bisa awet dan mempertahankan hasil cetakannya supaya tetap bagus dan jelas sampai beberapa tahun.

Apa sajakah itu?

Cara Merawat Printer Supaya Awet Tidak Cepat Rusak

Cara Merawat Printer Supaya Awet Tidak Cepat Rusak

Secara singkat, berikut ini adalah tips cara merawat printer supaya awet:

  1. Hindari modifikasi apapun terhadap unit printer.
  2. Hanya gunakan tinta yang asli dari pabriknya.
  3. Hindari mencetak pada kertas yang terlalu tebal.
  4. Pastikan kertas anda bersih dan rapi.
  5. Jaga kebersihan unit printer.
  6. Usahakan untuk menyalakan printer setiap hari.
  7. Jangan tunda mengganti tinta ketika diperlukan.
  8. Matikan printer dengan benar.
  9. Gunakan fitur Head Cleaner secara berkala.
  10. Jangan menyentuh chip cartridge dengan tangan.

Ok, cukup jelas to?

Kalau belum, mari sekarang kita uraikan satu per satu supaya lebih jelas lagi dan mungkin bisa menuntaskan keingintahuan anda….

baca juga:

Hindari modifikasi apapun terhadap unit printer

Hmmmm, pasti banyak yang tidak setuju nih dengan saran merawat printer yang satu ini.

Alasan utama orang melakukan modifikasi atas apapun – dan dalam hal ini printer – adalah untuk memaksimalkan kinerjanya.

Modifikasi paling umum untuk unit printer adalah dengan menambahkan tanki tinta diluar menggantikan tanki tinta bawaan. Bisa jadi karena tanki tinta bawaan berukuran kecil jadi lebih cepat habis jika digunakan mencetak dalam jumlah besar.

Selain itu, dipercaya juga bahwa dengan modifikasi printer ink jet supaya bisa menggunakan tanki tinta tambahan ini akan memudahkan pengisian dan penggunaan tinta pihak ketiga selain tinta asli dari produsennya, akan membuat pengguna bisa menghemat biaya cetaknya.

Sampai hitungan tertentu, Techie setuju. Penambahan infus luar dan penggunaan tinta bukan asli memang lebih hemat.

Dalam rentang waktu tertentu. Tapi sama sekali tidak untuk jangka panjang.

Printer anda sudah dirancang sedemikian rupa sehingga itulah kombinasi perangkat dan pengaturan paling optimal bagi pengguna sasarannya.

Dalam jangka yang tidak terlalu lama, biasanya printer dengan modifikasi dan atau menggunakan tinta tidak asli akan mulai mengalami masalah yang serius. Atau paling tidak sudah kesulitan mempertahankan kualitas cetakannya.

Hanya gunakan tinta yang asli dari pabriknya

Pengguna memakai tinta tidak asli dengan alasan harga yang lebih murah. Harapannya adalah mereka bisa menekan biaya cetak sampai serendah-rendahnya. Dan memang tinta pihak ketiga bisa memberikan biaya yang lebih rendah.

Masalahnya, tinta asli diramu dengan menggunakan komposisi dan bahan tertentu dengan kualitas yang harus memenuhi kriteria tertentu pula. Inilah yang membuat mereka bisa digunakan sampai tetes terakhir dengan kualitas yang tetap bagus.

Berbeda dengan tinta pihak ketiga yang kebanyakan fokus pada harga serendah rendahnya dengan kualitas yang sesuai. Tentu saja, sesuai di sini bukan sesuai dengan kualitas tinta asli, tetapi sesuai dengan harganya yang murah itu.

Pengaruh yang bisa langsung kita rasakan adalah kualitas cetakan yang buruk dan atau memburuk seiring berjalannya waktu.

Bisa juga, anda akan lebih sering mencetak dengan garis font yang tidak jelas dan berbayang.

Kalau tinta asli menjamin hasil cetakannya tidak mudah luntur jika terkena cipratan air, maka tinta pihak ketiga ini tidak akan memberi kelebihan itu.

Dan yang paling parah adalah tinta pihak ketiga akan lebih cepat membuat head printer anda aus, tersumbat, atau bermasalah yang lain.

Harga head printer itu mahal banget, sampai rasanya akan lebih baik beli unit printer baru dari pada membeli head printer pengganti. Kalau tidak percaya, silahkan baca Update Daftar Harga Head Printer Canon, Epson, HP, dan Brother Terbaru.

Jadi?

Terserah anda sih. Kalau mau printer awet dan hasil cetakan kualitasnya bagus, ya gunakan tinta bawaan yang asli. Kalau mau ngirit dan tidak keberatan setiap setahun sekali ganti printer, ya gunakan tinta pihak ketiga saja. Toh, kadang hasilnya masih menyisakan keuntungan meski harus ganti printer setiap tahun, hehe….

Canon MG2520

Hindari mencetak pada kertas yang terlalu tebal

Jika printer seperti kesulitan mengambil kertas dari tray, atau selalu mencetak miring-miring beberapa derajat, coba ingat-ingat apakah sebelumnya printer anda itu digunakan untuk mencetak di kertas yang agak tebal? Seperti kertas kado, buffalo, atau kertas sertifikat?

Jika ya, maka silahkan diganti atau dibenahi roller-nya.

Printer dibuat dengan tujuan pencetakan tertentu. Dan dia sama sekali tidak punya toleransi untuk digunakan sedikit berbeda.

Hampir semua printer yang maksimal bisa mencetak kertas ukuran A4 akan segera mengalami masalah kalau digunakan mencetak di kertas yang agak tebal lebih dari 200 gsm.

Jujur saja, saya belum nemu printer A4 yang aman untuk mencetak di kertas yang tebal.

Sementara rata-rata printer A3 sudah mendukung pencetakan di kertas tebal dengan lumayan baik.

Sekali dua kali mencetak di kertas sertifikat dengan printer A4 ya bolehlah. Tapi kalau lebih dari 25 lembar, mending pertimbangkan untuk menggunakan printer yang lebih baik.

Pastikan kertas anda bersih dan rapi

Pada waktu pencetakan, posisi head print akan sangat dekat dengan kertas, seperti menempel tapi masih ada jarak.

Itu sebabnya kotoran atau debu di kertas masih bisa mengenai dan berpengaruh pada head unit printer.

Dan tentu saja, yang kotor-kotor begini sangat tidak bagus untuk perangkat elektronis super sensitif seperti head unit.

Demikian juga dengan kertas yang anda gunakan. Upayakan kertas anda masih mulus dengan pinggiran yang rata. Bukan yang sudah pernah terlipat-lipat atau yang pinggirannya bekas disobek pating gruthil begitu.

Kalaupun mau pakai kertas bekas, ya upayakan kertasnya bersih, dan pinggirannya rapi.

Kalau tidak, biasanya kertas akan mudah sekali nyanthol di dalam.

Jaga kebersihan unit printer

Sama seperti perangkat yang lain, printer anda akan awet jika anda senantiasa menjaga kebersihannya.

Tapi juga jangan terlalu bersemangat. Gunakan lap yang lembab, jangan yang masih basah untuk mengelap bagian casing luarnya.

Untuk bagian dalam, anda tidak perlu membersihkannya secara manual. Cukup usahakan printer dioperasikan di dalam ruangan yang bersih bebas dari debu, itu sudah cukup.

Selain itu, dengan membersihkan unit printer secara rutin, anda juga akan segera tahu bila ada yang tidak pada tempatnya pada si printer. Lagian, kalau printer anda bersih dan mulus dari luarnya, anda bisa menjualnya dengan harga sedikit lebih tinggi ketika ingin upgrade ke printer yang lebih tinggi.

Anda bisa juga menggunakan vacum pembersih printer seharga 60 ribuan yang juga bisa digunakan untuk membersihkan keyboard seperti ini (klik).

Usahakan untuk menyalakan printer setiap hari

Sebagaimana benda cair lainnya, tinta printer juga bisa mengering. Itu sebabnya, sebaiknya unit printer anda dinyalakan setiap hari meskipun tidak digunakan untuk mencetak.

Anda tidak perlu mencetak, cukup nyalakan saja, tunggu sampai proses pemanasan selesai lalu matikan. Ini butuh waktu sekitar 2 menit.

Kalau anda tidak bisa menyalakan unit printer setiap hari, maka usahakan setidaknya seminggu sekali.

Ini akan menghindarkan printer anda dari masalah head print buntu dan masalah lain yang lebih besar.

Jangan tunda mengganti tinta ketika diperlukan

Ketika tinta sudah hampir habis, biasanya akan ada jendela pemberitahuan di desktop anda. Dan itu artinya anda harus mengisi ulang tinta printer.

Jangan ditunda sampai tinta benar-benar habis dan tanki tinta di printer sampai benar-benar kosong.

Resikonya adalah printer anda akan masuk angin. Ini terjadi ketika head print menghisap tinta untuk mencetak, tetapi sudah tidak cukup lagi tinta di tangki, sehingga yang terhisap adalah udara.

Jika sudah begitu, anda akan butuh usaha tertentu untuk menghilangkan udara ‘masuk angin ini.’

Selain itu, tanki tinta juga akan rentan bermasalah jika terlalu sering atau lama kosong tidak ada tintanya.

Busa di dalamnya tidak akan mau menyimpan tinta lagi. Dan kalau sudah begitu, sebaiknya anda beli tanki baru saja untuk menggantinya.

Matikan printer dengan benar

Seperti semua perangkat elektronik, printer juga menjalankan prosedur tertentu saat dia dinyalakan dan juga saat dia dimatikan.

Karena printer diharapkan untuk segera bisa digunakan mencetak, maka dia juga akan berada dalam posisi siap mencetak meski dalam posisi idle.

Sehingga, ketika dia dimatikan paksa, akan membuat tinta yang sudah disiapkan tadi dalam posisi masih terbuka.

Itu sebabnya, anda perlu mematikan printer dengan benar.

Ini bukan hal yang sulit, cukup tekan tombol power-nya sekali. Dan printer akan memulai prosedur mematikan dirinya.

Jangan sampai anda mematikan printer dengan mencabut kabelnya.

Gunakan fitur Head Cleaning secara berkala

Fitur Head Cleaning akan membersihkan head printer dari kotoran dan juga terkadang berhasil mengatasi head printer yang tersumbat, asal tersumbantnya belum parah.

Prosedur Head Cleaning juga akan mengembalikan kualitas cetakan printer anda seperti semula.

Tetapi jangan terlalu sering juga melakukannya. Karena prosedur ini membutuhkan banyak sekali tinta untuk bisa dilakukan dengan baik.

Sekadar untuk jaga-jaga, anda bisa menggunakan cairan pembersih head printer yang khusus dibuat untuk menghilangkan sumbatan tinta yang terlanjur mengering sampai tuntas. Harganya hanya sekitar 37 ribuan saja. Anda bisa membelinya di sini (klik).

Jangan menyentuh chip cartridge dengan tangan

Chip cartridge tinta sangat sensitif dan mudah sekali terganggu fungsinya. Di dalamnya tersimpan informasi seputar tinta di dalamnya. Informasi ini sangat diperlukan printer untuk bekerja dengan optimal.

Itu sebabnya, anda harus berhati-hati ketika melepas cartridge tinta.

Upayakan untuk tidak menyentuhnya dengan apapun, termasuk mengusap dengan jari anda sekalipun.

Jika cartridge kotor, silahkan coba dibersihkan dengan tisu atau kain lembut yang bersih sembari menjaga untuk sesedikit mungkin menyentuhnya.

Demikian tadi 10 cara merawat printer supaya awet tidak mudah rusak yang bisa anda lakukan sendir. Semoga bermanfaat. Khusus buat anda yang masih kuliah, jangan lupa baca juga Pilihan Printer Terbaik Untuk Mahasiswa.