Laptop Gaming Yang Bagus – Yang Bagaimana Sih?

Posted on

Memilih laptop gaming yang bagus itu mudah kog. Terutama kalau anda sudah pintar berkompromi dengan diri sendiri, hehe…. Mudahnya adalah karena ada banyak sekali pilihan. Tapi kalau pertimbangan utama kamu adalah harga, emm… mending jangan dulu beli laptop gaming lah.

Hal lain yang membuat mudah untuk memilih laptop gaming adalah bahwa bisa dibilang semua laptop seri gaming, selalu dibangun dengan mengedepankan sisi gaming dari laptop tersebut.

Jadi bisa dikatakan jika laptop yang memang dilabeli sebagai gaming laptop, itu bagus. Tinggal mana yang lebih bagus dari beberapa pilihan laptop gaming dengan harga yang setara.

Sudah.

Selesai.

Ketemu sudah laptop gaming yang bagus buat anda.

Begitu saja?

Kalau anggaran anda untuk membeli laptop gaming yang bagus tidak terbatas. Memang seperti itu.

Tinggal lihat spesifikasinya, cocokkan dengan anggaran, bandingkan sedikit dengan merk atau tipe sebelah. Putuskan. Beli. Bawa pulang, dan siap main game.

Akan berbeda banget ceritanya, ketika anggaran yang kita bisa sisihkan untuk membeli laptop yang bagus ternyata sangat terbatas.

Sudah begitu, masih harus dibagi dengan anggaran untuk membeli game asli. Kan? Jadi harus dipikirkan benar-benar mana laptop gaming yang bagus sekaligus murah dan tidak membuat anda harus hutang atau menunggu sebulan lagi untuk menggenapi uangnya.

Secara ringkas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika membeli laptop gaming yang bagus.

Yang akan Techie ulas di bawah ini bukanlah syarat mati atau bersifat sangat harus. Hanya sebaiknya – minimalnya – seturutnya – seharusnya.

Kalau ternyata anggaran tidak nyampai, ya silahkan berkompromi – terutama dengan diri sendiri, hehe….

Apakah Asus ROG adalah laptop gaming terbaik?

Laptop gaming yang bagus itu minimal….

  1. memakai processor dari generasi setua-tuanya 2 tahun sebelum anda membelinya
  2. mendukung penggunaan tipe media penyimpanan terbaru
  3. menggunakan modul RAM terbaru
  4. memiliki modul GPU diskrit
  5. menggunakan layar dengan resolusi minimal Full HD
  6. memiliki keyboard yang dirancang untuk gaming
  7. menggunakan sistem pendingin yang bagus
  8. mempunyai sistem audio yang setidaknya lumayan
  9. memiliki dan mendukung port koneksi yang cukup
  10. mempunyai kemudahan dan opsi upgrade yang bagus
  11. harga setara dengan yang ditawarkan.

Mungkin ada yang bertanya, mengapa baterai awet tidak dimasukkan dalam kriteria di atas?

Emmmm, karena untuk beneran main game sampai puas, sangat tidak nyaman untuk mengandalkan tenaga listrik dari baterai.

Game-game tertentu, sangat membutuhkan tenaga yang besar. Yang artinya akan boros banget kalau mengambil tenaga dari baterai.

Beberapa laptop gaming seri terakhir malah meminta untuk dicolokkan dengan jaringan listrik, tanpa perlu melepas baterai. Jadi tenaga dari baterai tidak dipakai. Demi awet-nya unit baterai itu sendiri, dan penggunaan tenaga maksimal dari perangkat laptop, mulai dari CPU, GPU, dan lainnya.

Bagaimana cukup jelas? Belum ya?

Ok, kita akan lihat satu persatu. Tapi sebelum itu, Techie ingin memastikan dulu bahwa anda familiar dengan nama-nama berikut ini:

  1. Asus ROG
  2. MSI GL series
  3. Acer Predator
  4. Lenovo Legion
  5. HP Omen
  6. Dell Alienware

(ndak usah di klik link diatas itu…., cuman iklan laptop gaming terbaru dari masing-masing merk itu, wkwkwk)

Untuk seri laptop gaming diatas, anda bisa pastikan bahwa mereka itu bagus.

Hanya saja, label harga yang tidak murah, membuat mereka semacam menimbulkan dosa untuk dikenalkan pada anak-anak dan remaja. haha… lebay ya?

Mending anak-anak gamers wannabe itu tidak tahu dari pada nangis, ngeyel, dan memaksa orang tuanya untuk dibelikan.

Nanti, ujung-ujungnya malah orang tuanya yang nangis.

Supaya tidak membuat semua orang menangis, kita bisa memilih laptop yang lebih murah (sedikit), punya kemampuan gaming yang lumayan, meski resminya tidak dirilis sebagai laptop gaming.

Ada beberapa pilihan laptop ‘setengah’ gaming yang bagus dan harga ‘agak’ murah. Seperti misalnya laptop seri FX dari Asus. Coba baca yang ini: Asus FX Series Laptop Gaming Alternatif ROG, Murah Tapi Tetap Bertenaga.

Jadi cukup jelas ya, bahwa kalau laptop yang dari sananya sudah ada embel-embel gaming, maka bisa 99% diyakini, bahwa mereka itu bagus. Sisanya yang 1% itu untuk yang lebih bagus dibandingkan laptop gaming setara dari sisi harga. Gitu.

hNah, sekarang untuk anda yang sebenarnya membutuhkan laptop untuk main game yang bagus, tapi anggarannya agak cekak alias mepet, atau hanya ‘pas’ saja.

Pilihannya adalah membeli laptop dengan spesifikasi yang lumayan untuk main game minimal kelas menengah begitu, tapi dengan harga yang agak murah.

Supaya lebih mudah memilihnya, coba kita preteli kriteria laptop gaming yang bagus diatas….

Memakai processor dari generasi setua-tuanya 2 tahun sebelum anda membelinya

Sebenarnya ini bukan patokan mati atau harus sih. Yang lebih tua-pun boleh, asal anda bisa pastikan processor tersebut memang cukup tangguh.

Sebagai gambaran umum, Intel memiliki Core i3, i5, dan i7. Dan masing-masingnya dibagi lagi berdasarkan generasinya. Untuk yang paling sekarang ini adalah seri yang diawali dengan angka 8. Semisal i5-8250U (untuk laptop).

Kalau niatnya untuk bermain game, ya upayakan memakai processor i5. Yang i7 tentu lebih baik lagi.

Seperti yang sekarang digunakan Techie – i3-5005U – sudah tergolong jadul untuk ukuran tahun sekarang – 2018. Jadi sebaiknya jangan ambil.

Kalau harga masih menjadi pertimbangan utama, ya paling rendah ambil i5-7200U-lah. Dan ini terus berubah sesuai berjalannya waktu loh ya….

Setiap beberapa bulan, bisa dipastikan akan dirilis processor yang lebih baik dari sebelumnya. Jadi ya…, upayakan beli yang tertinggi yang sanggup dibeli saat itu.

Dengan begitu, setidaknya, anda akan mendapatkan laptop yang masih mampu diharapkan kinerjanya untuk 2 atau tiga tahun lagi (maksa banget).

Mendukung penggunaan tipe media penyimpanan terbaru

Ini juga prinsipnya sama. Dengan menggunakan laptop yang mendukung teknologi terbaru, diharapkan laptop gaming ‘terbaik’ yang anda beli itu tidak lekas terasa jadul dan ketinggalan jaman.

Untuk sekarang, upayakan memilih laptop dengan pilihan media simpan SSD. Seperti misalnya ada dukungan slot M.2.

Kalau tidak, anda masih bisa akali dengan melakukan upgrade sendiri nantinya.

Menggunakan modul RAM terbaru

Untungnya, perubahan teknologi pada modul RAM ini tidak berjalan secepat perangkat yang lain seperti processor, GPU, dan storage. Cukup lama bagi produsen modul RAM untuk merilis seri baru yang membawa perubahan besar.

Untuk saat ini, yang paling baru adalah modul RAM DDR4.

Memiliki modul GPU diskrit

Kalau yang satu ini sifatnya wajib dan sama sekali tidak bisa ditawar.

Kecuali beberapa processor seri XEON dari Intel, tidak ada processor laptop jaman sekarang yang tidak membawa pengolah grafis di dalamnya. Jika Intel memiliki IGP (Integrated Graphics Processor) maka AMD punya APU (Accelerated Processing Unit).

IGP dan APU bawaan processor ini bekerja mengolah grafis untuk aplikasi normal. Biasanya kemampuannya dioptimasi untuk membuat efisiensi tenaga setingi-tingginya demi awetnya baterai.

hNah, untuk bisa bermain game dengan lancar dan menggunakan resolusi penuh plus efek-efek grafis yang kompleks, pengolah grafis bawaan ini tidak cukup tangguh – karena batasan-batasan yang dimilikinya.

Untuk itu, diperlukan pengolah grafis mandiri yang chip-nya terpisah dari processor.

Dengan begitu, ketika anda sedang bermain game atau menjalankan aplikasi yang memang memerlukan tenaga ekstra untuk mengolah grafis yang kompleks, pengolah grafis mandiri atau GPU ini akan mengambil alih tugas pengolah grafis bawaan processor.

Tanpa kehadiran GPU diskrit alias mandiri ini, main game tidak akan pernah nyaman, terlebih game 3D yang efeknya sangat memuaskan mata itu.

Untuk pilihannya, beli laptop dengan minimal, sekali lagi minimal, NVIDIA GeForce 920MX. Ini cuman GPU kelas entry. Bukan yang terbaik. Tapi lumayan untuk gamer pemula dengan game ringan sampai menengah (saja).

Kalau cuman untuk main PES sih sudah cukup.

Menggunakan layar dengan resolusi minimal Full HD

Kebanyakan laptop normal berlayar 14 inci, memberi anda layar dengan resolusi HD dengan resolusi 1366 x 768 piksel. Sudah cukup untuk aktivitas komputasi biasa, seperti mengedit dokumen, browsing plus streaming, atau main game.

Tetapi, Techie jamin wis…, sekali anda pernah menonton film full HD atau main game di layar yang juga native resolution-nya full HD 1.920 x 1.080 piksel, anda akan ngerasa layar HD itu burem.

Jadi, untuk kedepannya, layar laptop gaming yang bagus itu ya minimal pakai resolusi Full HD. Biar ga’ nanggung dengan spesifikasi jerohannya yang tidak main-main.

Kalau ada uang lebih, silahkan cari yang pakai resolusi 4K sekalian. Hehe….

Memiliki keyboard yang dirancang untuk gaming

Berbeda dengan laptop untuk mengetik dokumen, laptop gaming memerlukan keyboard yang memang dirancang untuk boleh ditekan dengan keras – tahu kan rasanya kalau sedang emosi bermain game tapi kalah terus? – dan juga bisa tetap responsif ketika menerima masukan input tombol yang buanyak dalam waktu singkat.

Kalau laptop untuk mengetik dokumen, pantulan yang terlalu dalam, justru kurang nyaman (seperti rata-rata laptop Asus yang punya jarak tekan 1,6 mm). Karena akan membuat mengetik terasa berat dan perlu tenaga ekstra.

hLa, tenaga ekstra ini tidak akan kerasa ketika bermain game. Justru itu yang diperlukan, supaya mainnya ‘kerasa.’

Rata-rata laptop gaming memiliki keyboard dengan kemampuan seperti ini. Bisa ditekan keras, cepat, dan multi tombol.

Efeknya, rata-rata keyboardnya jadi tidak nyaman digunakan untuk mengetik dokumen, saking keras sampai bunyi ceklak-ceklak gitu.

Fitur tambahan lain yang biasanya ada di laptop gaming yang bagus adalah adanya lampu LED dibawah tombol-tombolnya. Lampu ini bisa dinyala-matikan sesuai kebutuhan dan selera anda.

Jangan lupa, cermati juga apakah tombol-tombol di laptop gaming yang anda incar itu didesain khusus untuk main game. Biasanya, ada rancangan khusus untuk tombol A-S-D-W, dan juga tombol panah.

Semuanya dibuat supaya anda mendapatkan pengalaman terbaik ketika main game dengan laptop itu.

Apakah di laptop anda yang sekarang ada?

Menggunakan sistem pendingin yang bagus

Tahu kan alasan mengapa laptop gaming yang bagus itu tidak malu untuk tampil bulky alias tebal nggedebleg?

Penyebabnya tidak lain adalah untuk menyediakan ruang cukup untuk semua komponennya, sehingga aliran udara di dalam casingnya bisa lancar dan terjaga suhunya.

Termasuk di dalamnya sistem pendingin itu sendiri.

Hampir semua laptop gaming kelas atas mengaplikasikan pendingin dengan dua kipas.

Sementara laptop biasa, cukup dengan satu kipas. Bahkan ada yang tanpa menggunakan kipas, karena menggunakan processor kelas ringan yang kerjanya ringan-ringan saja sehingga panasnya tidak terlalu tinggi.

Pada laptop gaming, untuk saat ini, sepertinya belum ada yang seperti itu. Bahkan mungkin tidak pernah ada.

Jika anda memaksa laptop biasa untuk main game dalam waktu lama, sangat disarankan untuk memberi tambahan pendingin dengan catu daya dari luar. Maksudnya kipas pendingin tambahan ini tidak mengambil tenaga dari port USB si laptop. Supaya lebih maksimal dan laptop anda awet.

Lebih disarankan lagi, jangan main game berat di laptop biasa. Kasihan.

Kasihan laptopnya, juga kasihan anda-nya. hehe….

Mempunyai sistem audio yang setidaknya lumayan

Audio adalah salah satu faktor yang sangat penting apakah sebuah game itu bagus atau sedang-sedang saja.

Jika anda bermain game yang pada dasarnya punya fitur audio yang bagus, lalu anda memainkannya di laptop yang keluaran audionya biasa saja ya jadi kurang asik mainnya.

Anda akan kehilangan kesempatan merasakan berbagai efek audio yang wah.

Efek paling parahnya sih, anda tidak tahu musuh datang dari kiri atau kanan, haha….

Memiliki dan mendukung port koneksi yang cukup

Keberadaan port ini juga sangat penting. Anda akan memerlukan tambahan perangkat supaya bisa bermain game dengan asik.

Sepertinya, anda akan perlu satu port USB untuk Mouse (tidak wajib sih, cuman sepertinya saya belum pernah melihat orang main game 3D bagus pakai touchpad.

Keberadaan port USB yang lain akan membuat anda mudah menghubungkannya dengan beragam perangkat yang lain. Misalnya HDMI untuk menghubungkan layar eksternal yang lebih besar.

Mempunyai kemudahan dan opsi upgrade yang bagus

Anda tentu tidak ingin membeli laptop gaming yang bagus tapi hanya bisa dipakai sebentar. Setidaknya setahun atau dua tahun lagi lah.

Untuk menghindari pengeluaran lebih karena kebutuhan untuk ganti laptop, maka ketika memilih laptop gaming, cari tahu dulu kemudahan dan opsi melakukan upgrade.

Setidaknya, pastikan anda bisa upgrade RAM dan HDD ke SSD, atau kemungkinan lainnya.

Kemudahan membuka casing belakang untuk melakukan upgrade sendiri juga patut dipertimbangkan.

Harga setara dengan yang ditawarkan

hNah, sekarang kita sampai di bagian yang paling mungkin membuat anda urung tidak jadi membeli laptop gaming terbaik yang sudah anda incar jauh-jauh hari.

Seperti yang Techie tulis di awal tadi, jika harga adalah hal yang paling anda pertimbangkan, sebaiknya jangan beli laptop gaming deh….

Kalau anda tetap kukuh ingin beli, ya pintar-pintar, jeli-jeli, dan sabar-sabar saja memilih mana yang paling sesuai dengan anggaran anda.

Kadang menunda beberapa minggu itu ada gunanya. Kadang juga tidak. Pelan-pelan bandingkan berbagai kelebihan dan kekurangan unit yang anda incar.

Kalau anda beneran pingin jadi gamer, ya jangan ragu untuk berinvestasi lebih dengan membeli laptop gaming terbaik yang bisa anda dapatkan. Selamat memilih.

Kalau masih ragu juga dengan laptop gaming pilihan anda, silahkan baca juga Cara Mengetahui Game Yang Cocok Untuk Laptop.